[CERITA ANAK] AFIQA DAN OYEO

Image

Afiqa sekarang udah semakin besar, dia sekarang kelas 6 SD, sebentar lagi mau ujian. Tapi hal yang tidak bias berubah darinya adalah wajahnya yang tetap imut dan oyeo yang selalu mendampinginya di kamar, di sekolah dimanapun afiqa berada, kecuali di kamar mandi tentunya.

Di suatu pagi di hari minggu, afiqa dan keluarganya akan jalan-jalan ke mall. Di perempatan lampu merah dia mendapati pengamen cilik yang usianya kira-kira 5 tahiun lebih muda darinya. Afiqa yang saat itu naik mobil di jok depan, dan seperti kebiasaannya selalu men-camil oyeo jajanan kesukaannya. Dia mendapati pengamen itu melihatnya dengan mulut yang agak terbuka, sepertinya pengamen cilik itu ingin oyeo yang dimakan afiqa. Akhirnya dengan agak ragu-ragu pengamen cilik itu, memberanikan diri untuk mengetuk kaca mobil afiqa.

“tok tok… kak boleh minta oyeo nya?” kata pengamen cilik itu sambil menenteng gitar usang yang berukuran kecil.

“beli sendiri donk!” kata afiqa dengan judesnya.

Mendengar kata-kata afiqa pada pengamen itu, ayah afiqa segera mengambil sebungkus oyeo yang masih utuh di dassbor mobilnya.

“nanti beli lagi ya nak ya?” kata ayah afiqa sambil mencoba menyerahkan oyeo itu ke pengamen cilik.

“jangan ayah, afiqa masih suka!” cegah afiqa sambil tangannya mencoba merebut sebungkus oyeo dari tangan ayahnya.

Tapi karena lampu sudah berubah menjadi hijau, dan mobil-mobil di belakangnya sudah membunyikan klaksonnya, memaksa mobil afiqa yang berada di urutan paling depan untuk melaju lagi. Al hasil pengamen cilik itu gagal mendapatkan oyeo. Afiqa yang menang atas perebutan oyeo dari anaknyamemeluk sebungkus oyeo itu agar tidak direbuut papanya lagi.

“kenapa nak ? kita kan sebagai orang mampu wajib untuk berbagi pada orang yang kurang mampu.” Kata ayah afiqa mencoba membuka hati anaknya.

Tapi afiqa diam saja, wajah cemberut dan memerah menandakan kalau dia benar-benar jengkel.

 

 

 

Sampai malam hari menjelang tidur pun afiqa masih mogok bicara sama ayahnya. Dia kini afiqa tiduran di kamarnya yang cukup luas dan lengkap perabotannya, karena ada kulkas kecil, dan sebuah tv dan berkotak-kotak mainan di dalamnya. Dan tentunya stock oyeo yang melimpah. Tiba-tiba dia mendengar suara…

“afiqa…!” suara itu memanggil namanya.

Afiqa tidak menjawab, dia bangkit sambil melihat berkeliling.

“afiqa…!” suara itu memanggilnya lagi sepertinya berasal dari dalam kulkas.

Dengan agak takut afiqa membuka kulkas itu. Ternyata dia mendapati oyeo-nya meloncat-loncat seolah ingin keluar dari dalam kulkas.

“afiqa… aku oyeo kamu!” ternyata oyeo itu bias bicara dan bergerak-gerak seperti mahluk yang bernyawa.

“tapi kamu kan makanan! Gak bias bicara kayak manusia?” Tanya afiqa penasaran.

“Allah meniupkan padaku nyawa yang Cuma bias aku gunakan untuk satu menit saja. Aku ingin merubahmu afiqa! Aku ingin menjadikan kamu menjadi anak yang suka berbagi.” Terang si oyeo.

“ohh…jadi masalah tadi pagi? Memang kamu suka kalau kamu aku kasihkan ke anak yang dekil itu? Aku kan saying sama kamu oyeo…” kata afika sambil duduk di depan kulkas dan mengeluarkan si oyeo dari kulkas-nya.

“iya aku tau, tapi aku justru merasa senang kalau kamu mau memberikan diriku buat anak tadi. Karena kebahagiaan tidak bias dibeli. Dan kalau kita berbagi kita tidak akan pernah merugi, justru itu menjadi tabungan kita di akherat kelak. Masih inget kan yang dibilang ustadzah fitri kemarin tentang shodaqoh?’ kata si oyeo menjelaskan.

“owh iya ya… sekarang apa yang harus aku lakukan?” Tanya afiqa

“mainan mu yang berkotak-kotak ini masih kamu pakai gak?”

“nggak sih…tapi aku masih suka.” Jawab afiqa

“kan kamu sebentar lagi mau ujian, dan sebentar lagi mau SMP kan? masak anak SMP masih main mainan kayak gini. sebaiknya kamu kasihkan mainan itu buat anak jalanan tadi dan teman-temannya.” Terang si oyeo.

“hemm…iya betul. Kalo gitu aku mau beberes dulu ya…” afiqa membereskan mainannya dan dia bertekat besok akan minta tolong ke papanya untuk membantunya mengasihkan mainan itu ke anak-anak jalanan.

“jangan lupa kasihkan aku juga ke anak itu ya!” sambung si oyeo. Yang setelah mengucapkan kata terakhirnya itu tak mampu bicara dan bergerak lagi, karena waktu sudah lebih dari 1 menit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s